Penggunaan teknologi Toyota Safety Sense (TSS) sejatinya bukan barang baru. Debut global dimulai sejak 2015 sebagai paket fitur keselamatan aktif. Perangkat dirancang di bawah konsep supporting drivers. Misinya demi membantu pengemudi bermobilitas lebih aman di jalan. Sekaligus meminimalisasi risiko cedera fatal maupun kerusakan materiil saat situasi tak terelakkan terjadi.

Jadi secara teknis, TSS mengandalkan sinergi antara kamera lensa tunggal dan radar canggih. Sistem mampu memberikan peringatan visual maupun audio. Kemudian juga sanggup melakukan intervensi pedal akselerator agar mengatur laju, hingga pengereman otomatis. Menurut pabrikan, di Jepang perangkat ADAS ini sangat impresif membantu pengemudi. Teknologi diklaim mampu mereduksi potensi tabrakan dari belakang hingga 70 persen. Target akhirnya ialah ambisi zero accident pada masa depan.

Transformasi Toyota Veloz Hybrid dengan TSS Terkini
Lompatan besar terjadi di dalam tubuh New Veloz Hybrid EV. Sebagai pionir di kelasnya yang mengadopsi TSS sejak 2022. Kini varian elektrifikasi itu semakin menguatkan nilai jual melalui langkah keselamatan untuk menopang perjalanan MPV keluarga agar senantiasa aman. Dari sisi teknologi, terdapat pengembangan sensor radar dan kamera monokular dengan daya jangkau lebih luas. Berikut detail kemampuan ADAS terpasang.

1. Pre-Collision System
Fitur Pre-Collision System (PCS) mengandalkan sensor kamera stereo yang lebih akurat dan real time, untuk mendeteksi keberadaan objek di depan mobil. Jika sistem melihat adanya kemungkinan tabrakan. Maka sistem segera memperingatkan pengemudi sehingga dapat melakukan manuver dan penghindaran.

Bahkan, saat genting andai tabrakan tidak mungkin dielakkan. Sistem akan melakukan pengereman secara otomatis untuk menghindari kecelakaan fatal. Fitur PCS dipasang di seluruh model Toyota TSS di Indonesia termasuk Veloz Hybrid Q Modellista TSS. Karena fungsinya yang sangat membantu pengemudi dalam kondisi darurat.

2. Lane Departure Alert
Kemudian fitur Lane Departure Alert (LDA) sangat pas untuk mengantisipasi potensi kecelakaan akibat microsleep atau tertidur pulas tiba-tiba hanya dalam waktu sekian detik. Mengandalkan sensor kamera, sistemnya membaca marka jalan, baik yang berwarna putih maupun kuning. Untuk selanjutnya perangkat memberikan alarm peringatan jika terjadi deviasi atau pergerakan mobil yang menjauh dari posisi seharusnya.

3. Adaptive Cruise Control
Adaptive Cruise Control (ACC) sebelumnya tidak terpasang di unit LMPV Toyota. Namun kini TAM menyematkan ACC untuk Veloz HEV TSS. Tujuannya demi mengakomodasi kebutuhan pelanggan yang ingin meningkatkan keamanan berkendara di jalan perkotaan maupun jalan tol. Sistem dapat memantau keberadaan kendaraan lain di depan dan menjaga jarak aman dengannya. Peranti dapat pula memperhitungkan dimensi kendaraan di depan dengan baik, termasuk membaca marka jalan sebagai guidance.

Secara otomatis, mobil mampu menambah atau mengurangi kecepatan sesuai laju mobil di depan, bahkan sampai berhenti dengan mulus. Bila ada mobil lain masuk ke jalur di depan secara tiba-tiba. Maka sistem secara otomatis mengurangi kecepatan Veloz atau melakukan pengereman jika dirasa jaraknya sudah tidak aman. Fitur ini tidak hanya beroperasi di kecepatan cruising di jalan tol. Namun juga saat kecepatan rendah misal ketika Anda terkena macet guna membantu pengemudi menjaga kewaspadaan. (ALX/TOM)